Speedy Alert Menyesatkan ? (Part 1)
May 10th, 2008 | by husein |
Saya baru dua bulan menggunakan telkom speedy… namun sudah mulai kesandung masalah nih…. Semoga ini yang pertama dan yang terakhir yah.
Pada 19 Maret 2008 saya resmi menggunakan telkomnet speedy time based version…. Kenapa time based… karena menurut saya dengan time based saya lebih mudah mengatur waktu penggunaan internet via telkom speedy ini.
Para pemakai internet di rumah yang pertama adalah saya kemudian anak-anak (2 orang) yang sudah duduk di kelas 1 SMU dan kelas 1 SMP. Mereka mengakses internet untuk kepenting sekolah maupun masalah-masalah hobi mereka (lagu, puisi, dsb).
Untuk mempermudah pengawasan dan pengaturan penggunaan internet di rumah saya mendownload speedy alert dari situs telkomspeedy dan menginstalnya di pc saya…dan menjadikan informasi dari speedy alert sebagai satu-satunya pengangan dalam manjemen penggunaan internet ini. Artinya saya berusaha agar tidak terjadi over quota yang dahsyat…sehingga tagihan speedy over budget… kalau ini terjadi maka saya akan mulai mengevaluasi kenapa bisa terjadi hal tersebut ? Apakah anak-anak menggunakan internet secara berlebihan… kalau iya … untuk apa mereka gunakan internet itu… jangan –jangan ada hal-hal lain selain urusan-urusan sekolah dan hobi mereka…Artinya informasi dari speedy alert itu sangat berguna sekali deh buat saya.
Pada awal bulan April 2008, ketika pertama kali akan membayar beban bulanan speedy saya melihat informasi di speedy alert saya bahwa waktu penggunaan speedy saya adalah sekitar 34 jam. Artinya masih ada under quota sebesar 16 jam. Tapi saya lihat sudah ada tagihan sebesar Rp 223.815. Dengan perincian:
- Abonemen Rp 70.968
- Jasnita Rp 95.000,-
- Non Jastel Rp 37.500,-
- PPN Rp 20.347,-
Sebenarnya buat saya ini agak aneh… masih under quota kok sudah muncul tagihan…kemudian yang non Jastel itu untuk apa sih ? saya sampai sekarang belum meperoleh penjelasan mengenai hal tersebut.
Tapi saya berfikir lagi… oke lah… cincai lah… kurang-lebih lah… gak usah terlalu perhitungan lah… saya kan sedang berhubungan dengan perusahaan punya anak negeri sendiri… (apa punya Singapore yah?) jadi gak usah terlalu sok hitung-hitungan lah. Akhir pada tanggal 19 April 2008 saya bayar lah tagihan tersebut. Alhamdulilah.
Selama bulan April ke bulan Mei saya mengawasi dengan ketat informasi speedy alert saya, mengambil pengalaman dari bulan sebelumnya maka strategi saya adalah agar penggunaan speedy terjadi over quota tetapi over quotanya jangan terlalu banyak… agar tagihan gak membludak… over quota 20% is oke lah… cincai lah…
Pada tanggal 7 Mei 2008 saya mengklik speedy alert saya untuk melihat berapa sih yang harus saya bayar untuk pemakaian selama April 2008 ini. Maka terpampanglah informasi dari speedy alert saya sebagai berikut:
Sungguh aneh dan ajaib speedy alert ini… selama bulan April 2008 pemakaian saya adalah 60 jam 24 menit. Artinya ada over quota sebesar 10 jam 24 menit. Artinya lagi saya harus bayar Rp 215.600 (Rp 200.000,- untuk 50 jam pertama dan Rp 15.600,- untuk over quotanya)., Tapi lihat jumlah tagihan saya di speedy alert sebesar Rp 418.003,-
Dalam hati saya berkata…”wah ini orang telkom speedy pasti lagi bercanda sama saya nih!”… untuk meyakinkan saya, saya tutup jendela speedy alert … kemudain saya klik lagi untuk mengaktifkannya… dan ding ! informasi yang sama keluar lagi… !
Masih tidak yakin… saya uninstall spedy alert tersebut… saya restart PC kemudian saya install lagi speedy alert nya… konfigurasi ulang lagi… dan klik lagi… dink ! informasi yang sama…. Muncul lagi… kembali saya berkata dalam hati… wah… bener nih… somebody in telkom speedy is making a joke on me… apa ini April move yah?
Bersambung ke Speedy Alert Menyesatkan ? (Part 2)

7 Responses to “Speedy Alert Menyesatkan ? (Part 1)”
By Pengguna Speedy juga on May 12, 2008 | Reply
Hallo pak husein web nya bagus nih yeeee….
By The Family Lifestyle on May 31, 2008 | Reply
Dari dahulu sejak pertama kali keluar speedy, hal ini yang jadi masalah. Sudah beberapa tahun ko masih sama aja? mana pembenahannya ?
By Lay on Jul 18, 2008 | Reply
Kalau saya sudah lama ngalamin kejanggalan sama si speedy ini.. Awal taon 2007 dulu waktu pertama kali pasang tuh kan aku coba pake yang paket 50jam, dalam waktu sepuluh hari terpakai 10jam nah kan lapor untuk perubahan ke base time (1GB). Pada waktu akhir itung punya itung eh si speedy itu ngeluarin tagihan 440rb… Wah disitu mulai puyeng, padahal klo mm segitu itung2nya mending aku pake paket yg unlimite deh. Tapi si speedy masih juga minta dibayar segitu… Jadi bingung juga deh si speedy ini, padahal waktu mau minta perubahan peralihan 10jam ke quota kan sdh dialaihkan!!! Kalo model kayak gini mudah2an dah si speedynyo di tinggalin oleh pelanggan2nya… Ok itu aja keluh kesah ku, sebagai saran lebih baik deh gunakan yg laen aja deh buat internetan….kan banyak yg lebih murah skr…. Thank Indonesia-Marketing
By haan on Aug 14, 2008 | Reply
sama dong aku juga kaget, skrg tagihanku Rp 900.000. gimana mau bayar?
By RUSACURL on May 5, 2009 | Reply
any updates coming ?
By abi on May 5, 2009 | Reply
so far there is no any service improvement from speedy on their regular services.
Recently they offer a new service prices only Rp 200.000,- monthly with no limit, but the bandwidth is only 384kbps.
i guess this service is a ‘fighting product’ only, to sweep competitor like IM2 and others.
By RUSACURL on May 6, 2009 | Reply
now I’ll stay tuned..